Findriantini Dwi Ningtias

Rabu, 21 Desember 2011

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR

MIKROSKOP

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Ilmu pengetahuan merupakan suatau hal yang tidak dapat dikalahkan dari kehidupan kita. Hal ini dikarenakan kemanapun, kapanpun, dan dimanapun kita berada pengetahuan sangat penting. Ilmu pengetahuan yang memepelajari mengenai makhluk hidup dan kehidupan adalah biologi. Dalam mempelajari biologi yang dibutuhkan tidak hanya pengetahuan secara teori, tetapi juga pengetahuan dalam bentuk praktikum. Dalam melakukan suatu praktikum diperlukan beberapa peralatan sebagai unsur pendukung. Salah satu alat yang digunakan untuk mengamati dengan mata telanjang adalah mikroskop (Zaifbio, 2009).

Mikroskop yang pertama kali digunakan oleh para saintis renaisans, dan juga merupakan mikroskop yang ada digunakan di laboratorium adalah mikroskop cahaya (light microscope, LM). Cahaya tampak dilewatkan melalui speciemen dan kemudian menembus lensa kaca. Lensa itu merefraksi (membelokkan) cahaya sedemikian rupa sehingga bayangan speciemen itu diperbesar sewaktu bayangan itu diproyeksikan ke mata kita. Dua nilai penting sebuah mikroskop ialah daya pembesaran dan penguraianya/resolusi.

Pembesaran mencerminkan beberapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran yang sebenarnya. Daya ursi mikroskop juga terbatas, tetapi mikroskop dapat di desain untuk memperbesar objek sebesar yang diinginkan, tetapi mikroskop cahaya tidak pernah menguraikan rincian yang lebih halus kira-kira 0,2µm Dan tidak bias lebih besar dari pembesaran 1000 kali (Campbell,2002).

Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Van Leuwenhoek (1682-1723) yang berkebangsaan belanda, dengan mikroskop yang masing-masing terdiri atas lensa tunggal yang dogosokkan rumah yang dirangkai didalam kerangka kuningan dan perak (Pramesti,2000).

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari praktikum tentang menggunakan mikroskop ini adalah memperkenalkan mikroskop binokuler, cara penggunaannnya dan pemeliharaannta, serat cara pembuatan preparat.

Tujuan dari praktikum tentang menggunakan mikroskop dalah untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan mikroskop binokuler dapat mengerti cara penggunaan dan pemeliharaan serta dapat membuat preparat dengan benar.

1.3 WAKTU DAN TEMPAT

Praktikum Bologi Dasar tentang penggunaan mikroskop ini dilaksanakan Rabu, 28 September 2011 pada pukul 18.00-19.40 WIB, bertempat di gedung C Lantai 1 (Lab IIP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya Malang.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 PENGERTIAN MIKROSKOP

Mikroskop adalah alat utama yang penting dalam melakukan pengamatan dan penelitian yang bersifat mikroskop, karena tanpa mikroskop manusia tidak dapat melihat benda yang sangat halus dan kecil dengan mata telanjang (Resti. P. Utami, 2001).

Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Van Leuwenhoek (1682-1723) yang berkebangsaan belanda, dengan mikroskop yang masing-masing terdiri dari ata lensa tunggal yang digosokkan rumah yang dirangkai didalam kerangka kuningan dan perak (Pramesti, 2000).

Pada tahun 1689 mikroskop berhasil ditemukan oleh ilmuwan berkebangsaan belanda bernama antoni van. Pemeliharaan mikroskop sangat penting, karena mikroskop sangat berguna untuk pengamatan dan penelitian dalam kehidupan manusia. Berdasarkan prinsip kerjanya, mikroskop dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop optik dan elektron. (Campbell 2005).

2.2 SEJARAH MIKROSKOP

Mikroskop yang prtama kali digunakan oleh para saintis Renaisans, dan juga merupakan mikroskop yang anda gunakan di laboratorium, adalah mikroskop cahaya (light microscope, LM). Cahaya tampak dilewatkan melalui specimen dan kemudian menembus lensa kaca. Lensa itu merefraksi (membelokkan) cahaya sedemikian rupa sehingga bayangan specimen diperbesar sewaktu bayangan itu diproyeksikan ke mata kita. Dua nilai penting sebuah mikroskop ialah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. (Campbell, 2002).

Sekitar 1590, dua pembuat pertunjukan Belanda, Zaccharias Janssen dan putranya Hans, sementara melakukan percobaan didekatnya terlihat sangat membesar, itu adalah pendahulu dari mikroskop majemuk teleskop. Pada tahun 1609, Gallileo bapak fisika modern astronomi, mendengar tentang percobaan awal, bekerja diluar prinsip lensa, dan membuat instrumen yang lebih baik dengan perangkat fokus (History Biography, 2010).

Dua nilai penting sebuah mikroskop adalah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra; yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua titik berbeda dan terpisah (Campbell, 2000).

2.3 MACAM-MACAM MIKROSKOP

MACAM-MACAM MIKROSKOP :
1. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000 kali. Mikroskop memeiliki kaki yang berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga dimensi lensa yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa kondensor.

2. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relative besar. Mikroskop stereo memiliki perbesasran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hamper sama dengan mikroskop cahaya.

3. Mikroskop Elektron
Adalah sebuah mikroskop yang mampu melakuakan peambesaran obyek sampai dua juta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro maknetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan p[embesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus dari pada mikroskop cahaya. Mikroskop electron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektro maknetikmyang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.
Macam –macam mikroskop elektron:
1) Mikroskop transmisi elektron (TEM)
2) Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)
3) Mikroskop pemindai elektron
4) Mikroskop pemindai lingkungan electron (ESEM)
5) Mikroskop refleksi elektron (REM)

4. Mikroskop Ultraviolet
Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa adalah mikroskop ultraviolet. Karena cahaaya ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari pada cahaya yang dapat dilihat, penggunaan cahaya ultra violet untuk pecahayaan dapat meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali lipat daripada mikroskop biasa.

5. Mikroskop Pender (Flourenscence Microscope)
Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau Antigen (seperti bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan. Dalam teknk ini protein anttibodi yang khas mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian atau dikonjungsi dengan pewarna pendar..

6. Mikroskop medan-gelap
Mikroskop medan gelapdigunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang begitu tipis yang hamper mendekai batas daya mikrskop majemuk. Mikroskop medan-Gelap berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa hanya dalam hal adanya kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang dapat dilihat.

7. Mikroskop Fase kontras
Cara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam kadaan alamiahnya : tidak diberi warna dalam keadan hidup, namun pada galibnya fragma bend hidup yang mikroskopik (jaringan hewan atau bakteri) ttembus chaya sehingga pada masing-masing tincram tak akan teramati, kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan mikroskop fasekontras.

(Fanny, 2008).

Macam-macam mikroskop

Menurut Soemarwoto (2009) mikroskop terdiri aaberbagai macam sebagai berikut:

a. Mikroskop cahaya : memiliki perbesaran maksimal 100 kali berfungsi untuk melakukan perbesaran dengan bantuan cahaya.

b. Mikroskop stereo : merupakan jenis mikroskop yang hanya dapat digunakan untuk benda yang relatif besar.

c. Mikroskop elektron : mikroskop yang mampu melakukan perbesaran objek sampai 2 juta kali.

d. Mikroskop ultravioloet : merupakan suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa.

e. Mikroskkop pander : mikroskop yang daoat mendeteksi adanya benda asing.

f. Mikroskop medan gelap : digunakan untuk mengamati bakteri hidup.

g. Mikroskop fase kontras : digunakan untu mengamati benda hidup dalam keadaan alamiah.

2.4 BAGIAN-BAGIAN MIKROSKOP DAN FUNGSINYA

· LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif

· LENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.

· TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.

· MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.

· MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.

· REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.

· REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.

· DIAFRAGMA, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.

· KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.

· MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.

· PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.

· LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.

· KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.

· SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.

(Sulistyaindrian, 2010)

Adapun beberapa bagian-bagian mikroskop yang memiliki bagian-bagian tertentu, yaitu berdasarkan Fonda Daniswara (2009), yaitu :

  1. Lensa objektif : untuk memperbesar bayangan dari lensa obyektif.
  2. Revolver : untuk memasang lensa obyektif.
  3. Lensa okuler : untuk memperbesar bayangan dari lensa obyektif.
  4. Tubulus okuler : menghubungkan lensa okuler, revolver dan lensa obyektif.
  5. Diafragma : mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
  6. Kondensor : memusatkan cahaya pada preparat yang diamati.
  7. Dasar atau kaki : sebagai penyangga
  8. Tiang penyangga : menghubungkan dasar dengan pegangan mikroskop.
  9. Lensa mikroskop : sebagai tempat untuk memegang mikroskop.
  10. Meja benda : sebagai tempat untuk meletakkan preparat yang akan diamati dengan mikroskop.
  11. Penjepit : sebagai penjepit kaca yang berisi preparat agar tidak bergeser-geser.
  12. Makrometer : menggerakkan lensa naik turun secara cepat.
  13. Mikrometer : menggerakkan lensa naik turun secara perlahan- lahan.

BAB III

METODOLOGI

3.1 ALAT DAN FUNGSI

Alat yang digunakan dalam praktikum penggunaan mikroskop adalah :

a. Mikroskop binokuler : untuk melihat objek yang diamati.

b. Objek glass : untuk melakukan objek.

c. Kamera : untuk mengambil foto.

d. Silet : untuk memotong tipis objek yang diamati.

e. Cover glass : untuk menutup objek glass.

f. Pinset : untuk mengambil benda yang kecil.

g. Beaker glass : untuk meletakkan larutan.

3.2 BAHAN DAN FUNGSI

Bahan yang digunakan dalam praktikum penggunaan mikroskop adalah :

a. Tissue : untuk membersihkan alat.

b. Potongan kertas koran : sebagai objek yang diamati.

c. Aquades : untuk menetesi potongan kertas (memfiksasi, memperjelas gambar yang diamati).

3.3 SKEMA KERJA

3.3.1 Pembuatan preparat


Disiapkan kertas koran


Dipotong atau digunting huruf “A”


Diletakkan diatas objek glass

Ditetesi dengan aquades


Ditutup dengan cover glass dengan sudut 45º


Hasil

3.3.2 Pengamatan Mikroskop


Disiapkan mikroskop


Dihubungkan kabel mikroskop ke listrik


Diletakkan preparat dimeja preparat


Diatur fokusnya


Diamati


Hasil

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 ANALISA PROSEDUR

Dalam praktikum ini langkah awal yang dilakukan adalah mengenali mikroskop dan bagian-bagiannya serta fungsinya. Kemudian menyiapkan mikroskop untuk pengamatan, menghubungkn kabel mikroskop dengan listrik. Lalu menyiapkan untuk pembuatan preparat diantaranya menyiapkan kertas koran. Setelah itu memotong atau menggunting slah satau huruf pada kertas koran yaitu huruf “a” dan meletakkannya diatas objek glass dan menetesinya dengan aquades agar bayangannya di mikroskop terlihat jelas saat pengamatan. Lalu tutuplah dengan cover glass dengan sudut kemiringan 45º dan hasilnya dilihat melalui lensa okuler yang ada didekat mata kita. Dalam penggunaanya juga mikroskop menyalakan saklar juga harus diperhatikan, meletakkan preparat dimeja preparat, mengatur fokus, dan mengamati dengan teliti dan menggambar hasilnya di laporan sementara lalu dipindah ke dalam laporan sebenarnya.

4.2 ANALISA HASIL

Setelah dilakukan percobaan dengan menggunakan objek koran ternyata dihasilkan adalah bayangan yang dihasilkan adalah maya, terbalik, diperbesar.

Dan juga menurut hasil percobaan seseorang dari percobaan yang telah dilaksanakan menunjukan bahwa bayangan yang dihasilkan mempunyai sifat diperbesar dan bersifat maya atau terbalik. Hal ini diskarenakan pada lensa okuler dan lensa objektif terdapat suatu perbesaran lensa (Indah velvia, 2010).

4.3 GAMBAR DAN DATA HASIL PENGAMATAN

Dibawah ini adalah hasil gambar potongan koran yang diamati dengan mikroskop :


· Potongan koran sebelum diamati dengan mikroskop


· Potongan koran sesudah diamati dengan mikroskop dan dilihat dengan lensa okuler

Data hasil dari pengamatan potongan koran ini adalah bayangan yang dihasilkan adalah maya, terbalik, dan diperbesar.

BAB V

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Dalam praktikum biologi dasar tentang penggunaan mikroskop. Kita dapat mengambil kesimpulan, sebagai berikut :

a. Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda yang berukuran mikroskopik yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata.

b. Sifat bayangan yang dihasilkan mikroskop adalah maya, terbalik, dan diperbesar.

c. Serta bagian-bagian mikroskop adalah :


a. Kaki mikroskop

b. Lengan mikroskop

c. Lensa okuler

d. Lensa objektif

e. Revolver

f. Meja preparat

g. Diafragma

h. Kondensor

i. Pengatur kasar

j. Pengatur halus


d. Macam-macam mikroskop yaitu :


a. Mikroskop cahaya

b. Mikroskop stereo

c. Mikroskop elektron

d. Mikroskop ultraviolet

e. Mikroskop pender

f. Mikroskop medan gelap

g. Mikroskop fase kontrol


e. Mencari perbesaran hasil pengamatan dari mikroskop yaitu lensa okuler x lensa objektif

f. Dan dalam pengamatan dilaboratorium biasanya yang digunakan adalah mikroskop cahaya

5.2 SARAN

Sebaiknya didalam pelaksanaan praktikum kali ini waktu yang digunakan dengan baik agar praktikum berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Dan juga praktikan harus berhati-hati pada dalam saat pelaksanaan praktium, agar tidak kerjadi hal-hal yang tidak diinginkan,

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, 2000. PT. Erlangga Jakarta.

http://books.google.co.id/books?id=dwjGlYV4t8gC&pg=PA113&dq =pengenalan+mikroskop&hl=id&ei=ZjWETrLEJo7KrAeb7uHzDA& sa=X&oi=book_esult&ct=result&resnum=1&ved=0CCgQ6AEwAA# v=onepage&q=pengenalan%20mikroskop&f=false).Diakses tanggal 1 Oktober 2011, pukul 12.00 WIB.

Daniswara, 2009. Bagian-bagian mikroskop. http://daniwara.wordpress.com/laporan-praktikum/. Diakses tanggal 3 Oktober 2011, pukul 13.00 WIB.

History Biography, 2010. Sejarah mikroskop. http://inventors.about.com/od/famousinventions/u/history_biograph y.html. Diakses tanggal 1 Oktober 2011, pukul 17.00 WIB.

Indah Velvia, 2010. Hasil bayangan mikroskop. http://indahfeyzie.blogspot.com. Diakses tanggal 1 Oktober 2011, pukul 15.00 WIB.

Pramesti, 2000. Pengertian mikoskop. http://pramesti.blogspot.com/2000/08/pengertian-mikroskop.httm Diaskes pada tanggal 1 oktober 2011, pukul 13.00 WIB.

Sulistya Indrian, 2010. Pengertian mikroskop. http://sulistyaindriani.blog.ub.ac.id/je. Diakses tanggal 1 Oktober 2011, pukul 18.00 WIB.

Zaifbio, 2009. Pengertian mikroskop. zaifbio.wordpress.com/2009/10/30/mikroskop. Diakses tanggal 29 september 2011, pukul 14.30 WIB.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar